dh


Kisah Sukus dan Tukus

Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga. Sebut saja Pulau Aya dan Pulau Baya . Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikarunia daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan aneka sayuran dan buah¬-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu, Pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai¬-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan lokal maupun luar pulau.

Masyarakat Sukus dikenal memiliki peradaban yang cukup maju. Mereka beruntung, pulau yang mereka tempati menghasilkan emas. Dan mereka bekerja keras untuk mendapatkan logam mulia ini. Hampir semua anggota suku memiliki emas dan menyimpannya sebagai simbul harta kekayaan.

Selain sebagai simbul peradaban, emas juga berfungsi sebagai alat transaksi. Sejak Saka, sang ketua suku, mencetak koin emas, maka semua transaksi jual beli yang semula dilakukan dengan barter beralih dan diukur dengan emas. Berdagang pun menjadi lebih mudah dan simpel.

Meskipun begitu, mereka tidak mendewa-¬dewakan emas sebagai satu-satunya pencapaian. Kehidupan sosial mereka tampak lebih penting. Ini bisa dilihat dari cara mereka yang saling tolong-menolong. ( Kami di dunia setan sangat membenci perilaku ini ). Ketika anggota suku perlu membangun rumah baru karena rumah lama tersapu ombak, yang berarti menguras emas simpanannya, anggota-anggota suku lainnya dengan suka rela meminjamkan emas miliknya. Hebatnya, tanpa charge atau tambahan apapun. "Dasar manusia bodoh, sudah me¬minjamkan uang kok tidak mau minta kom¬pensasi," begitu gerutuan kami.

Kami semakin pusing karena tidak terbatas itu saja, mereka juga bergotong royong satu sama lain dengan ikhlas. Padahal kami ingin, paling tidak, mereka lakukan ini dengan riya. Pantas¬lah bila kehidupan mereka meskipun sederhana tapi diliputi semangat kesetiakawanan yang tinggi. Anggota suku terbiasa bahu-membahu mengatasi persoalan bersama. Boleh dikata, mereka hidup rukun dan damai.
Sementara pulau tetangganya, Pulau Baya, didiami suku Tukus. Kebanyakan penduduk¬nya bekerja sebagai petani. Mengolah lahan di sawah atau ladang dan memelihara ternak. Sebagian lagi yang memiliki ketrampilan khusus, memproduksi kerajinan tangan.

Dibandingkan suku Sukus, mereka lebih sederhana. Mereka masih menggunakan sistem barter dalam transaksi keseharian. Yang meng¬hasilkan padi menukar berasnya dengan ke¬rajinan tangan atau sebaliknya. Boleh dibilang secara ekonomi, kesejahteraan mereka di bawah suku Sukus. Mereka memang kebanyakan hanya pekerja kasar. Mereka tidak memiliki pusat kota yang indah dan maju seperti halnya Sukus. Sesekali mereka menjual hasil bumi dan handicraft mereka ke suku Sukus. Mereka, apalagi para wanitanya, sangat senang me¬nerima koin emas sebagai jasa dari padi atau kerajinan tangan yang mereka hasilkan. Meski¬pun berbeda dalam hal kesejahteraan, ada satu persamaan menonjol di antara Sukus dan Tukus. Mereka sama-sama hidup damai, rukun, dan saling tolong-menolong. Mereka sering .bersilaturahmi dan menjalankan ritual agamanya dengan tenang.

Sampai akhimya datang tamu istimewa ke suku Sukus. Berpenampilan perlente, dua orang asing turun dari kapal yang berlabuh di pulau Aya. Gago dan Sago, begitu mereka mengenal¬kan diri saat dijamu oleh Saka, pimpinan suku Sukus. Kedua tamu ini disambut dengan suka cita. Saka dan para pembantunya sangat terkesan dengan kisah Gago dan Sago yang mengaku sudah melanglang buana. Sebagai bukti, kedua orang asing itu lalu memamerkan koin emas asing yang mereka kumpulkan dari berbagai tempat perlawatan.

Satu hal lagi dan ini yang paling menarik bagi Saka dan punggawanya adalah kertas yang dinyatakan sebagai uang. Gago dan Sago lalu memperkenalkan bagaimana uang kertas jauh lebih efisien ketimbang emas yang sehari-hari mereka pakai. Itulah kenapa uang kertas ini sudah dipakai di negara-negara yang jauh lebih maju dibanding tempat mereka tinggal. Gago dan Sago yang mulai mendapat respon positif semakin bergairah menjelaskan uang kertas ini kepada sang tuan rumah. Lalu, mereka mem¬perkenalkan mesin pencetak uang.

"Gambar Anda nanti akan terpampang dalam lembar uang kertas ini," Gago menunjuk uang kertas sembari menyunggingkan senyum kearah Saka.

"Benarkah?" sela Saka berbinar. Dalam hati Saka girang bukan kepalang. Seumur hidupnya, tidak ada orang yang memberikan penghormat¬an sebagaimana dua tamu istimewanya.

Kami pun membisikkan ke dada Saka,"Hai Saka, kalau uang kertas bergambarkan dirimu diterbitkan, pasti kamu menjadi manusia terkenal hingga daratan yang pernah disinggahi para tamumu yang luar biasa itu."

"Seratus persen Anda akan menjadi orang terkenal!" Sago menimpali sembari mengangkat dua ujung jempol tangannya ke atas. Sago memang agen tulen kami. Tanpa kami bisikan sesuatu, la sudah tahu apa yang harus diper¬buat. Dan pujian itu pun melambungkan angannya. Ha.ha..ha...pancingan Gago dan Sago mengena. Dua agen kami ini pun semakin antusias meyakinkan suku Sukus bahwa mata uang kertas akan sangat membantu membuat perekonomian mereka efisien.

Dan untuk kepentingan itu, sebuah institusi bernama bank perlu didirikan. Bank akan me¬nyimpan deposit koin emas mereka yang menganggur (idle). Lalu, uang deposan ini sebagai taktik, ya hanya sekedar taktik bisa dipinjamkan kepada anggota suku Sukus yang memerlukan. Dengan demikian, kesannya semua sumber daya yang ada rnenjadi optimal karena dialokasikan untuk kegiatan ekonorni produktif.

Suku Sukus yang terkenal suka. membantu„ sangat impresif dengan ide itu. Mereka pikir lembaga ini sangat luar biasa karena bisa me¬lanjutkan tradisi mereka untuk membantu orang lain. J'adilah ide itu diamini dan cliilanjutkan dengan mendirikan bangunan yang di¬fungsikan sebagai bank yang pertama di Pulau Aya .

Upacara pembukaan perdana bank Aya,sebut saja begitu, sangat meriah. Orang sepulau tumplek blek jadi satu, rnerayakan hari yang bersejarah itu, Sebagian besar dari mereka sudah membawa koin emas yang selama ini disimpan dibawah bantal. Setiap satu koin emas yang mereka simpan, mereka men¬dapatkan ganti uang kertas dengan jaminan bila sewaktu-waktu mereka menghendaki, mereka bisa menukarkan kembali uang kertas yang saat ini mereka terima dengan koin emas yang pernah mereka simpan.

Hampir semua anggota suku Sukus menyimpan koin emas mereka di Bank Aya. Sejumlah 100.000 lembar uang kertas diserahkan, yang berarti Bank Aya yang dimotori Gago dan Sago rnenerima 100.000 koin emas. Tak terasa, akhirnya penduduk negeri Pulau Aya begitu menikmati uang kertas itu. Mereka merasakan, dengan menggunakan uang kertas itu, transaksi yang mereka lakukan jauh lebih simpel dan nyaman.

Praktis sernakin jarang orang yang menggunakan koin emas dalam transaksi sehari-hari. Sampai akhirnya uang kertas menjadi mata¬ uang dominan .Kenapa mereka begitu ? Karena selain lebih memudahkan transaksi.,mereka juga bisa dengan mudah menukarkan uang kertas mereka dengan koin emas jika mereka memerlukan. Untuk yang satu ini, Gago dan Sago sangat menjaga kepercayaan. Setiap kali ada yang mau menukarkan, kali itu juga koin emas diberikan. Demikian seterusnya sehingga lama¬-lama orang tidak khawatir dengan uang kertas miliknya. Toh kalau mereka mau, mereka bisa menukarkannya sepanjang waktu.

Perkembangan ini temyata menjadi berita di mana-mana. Suku Tukus yang mendiami pulau Baya, diam-diam memuji dan ingin sekali praktik yang sama juga diterapkan di pulau mereka. Bayangkan, dari semula melakukan jual beli dengan cara barter, tiba-tiba ada sistem super canggih yang bisa membantu mereka melaku¬kan transaksi dengan sangat mudah dan efisien.

Tak sabar, mereka mengutus duta menemui Gago dan Sago. Mereka minta agar sistem yang mereka bawa juga bisa diterapkan di Pulau Baya. Gago menyanggupi. Dia meminta Sago untuk membuka cabang Bank Aya di Pulau Baya dan mengangkat Sago sebagai manajernya. Hanya bedanya, di sini hanya se¬dikit penduduknya yang memiliki koin emas.

"Anda tidak perlu kecil hati," kata Sago meng¬hibur."Tanpa koin emas pun Anda bisa meng¬enyam kenikmatan sebagaimana tetangga pulau Anda," dia bermanis-manis menerangkan. Tentu saja keterangan ini disambut gembira oleh penduduk Pulau Baya.A ha!, Sago betul-betul agen kami yang cemerlang. Otak bulusnya benar-benar tidak menyimpang dari program yang sudah kami tanamkan: ke¬serakahan.

Begitulah,mulailah Sago membagikan uang kertas. Ada 100 kepala keluarga di pulau itu. Setiap kepala keluarga diberikan 1000 lembar uang. Jadi total uang yang tersirkulasi di pulau Baya mencapai 100.000. "Karena Anda tidak me¬nyimpan koin emas seperti halnya penduduk pulau seberang, sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan uang yang telah saya bagikan."

Apa yang dikatakan Sago itu disambut dengan senang. Tepuk tangan riuh membahana. Mereka bersyukur, sebentar lagi negeri mereka tidak akan sekolot dan seprimitif tempo hari. Namun, Sago kemeriahan itu sempat hening ketika Sago menyela," Harap diingat. Uang yang saya bagikan tadi tidak gratis. Ini adalah pinjaman. Nanti setelah setahun dari saat ini, Anda harus mengembalikan uang ini plus 100 lembar uang tambahan."

"Kenapa harus ada tambahan 100? Kenapa tidak mengembalikan sejumlah yang kami pinjam?" seorang pemuka suku Tukus menyela.

"Huuh ! Dasar manusia bebal," umpat kami yang tak sabar mendengar jawaban cerdas dari Sago.

"Betul Anda memang hanya meminjam 1000.Yang 100 itu adalah untuk membayar jasa yang kami sediakan," ujar Sago dengan senyum lepas menjelaskan. Penjelasan brilian! Kami turut puas. Tak terasa air liur kami berloncatan di sela-sela taring-taring kami yang panjang menunggu agar para manusia bodoh itu tak lagi rewel menyoal tambahan yang wajar.

Meski ada yang masih mengganjal,penjelasan Sago cukup tepat untuk membungkam naluri kritis warga Tukus.itu terlihat dari tak surutnya minat warga Tkus untuk mengambil tawaran Sago.Paling tidak, mereka bisa merasakan mudahnya bertransaksi dengan uang kertas.Dan yang lebih penting lagi, menikmati status sebagai warga dunia baru ( Ingat program Iblis : Tatanan dunia baru ).Modern dan prestisius.

Setelah sekian lama, dua agen kami itu mulai memainkan kartu truf. Dari pengamatan Gago, dipulau Aya rata-rata hanya sekitar 10 persen uang kertas yang ditukarkan ke koin emas pada setiap waktu.Sisanya 90 persen tetap berada dikotak penyimpanan Bank Aya. Mencermati bahwa uang kertas mereka sudah merajai alat tukar, kami pun tergelak.

"Hai Gago, kenapa tidak kau cetak uang lagi? Bukankah hanya sedikit dari meraka yang menukarkan uang kertasnya dengan koin emas? Bukankah kau bisa meraup untung luar biasa dengan cara ini? Ayolah kawan, tunjukkan otak cerdasmu," begitu kami tak henti menggelitiki Gago.

Dan benar, Gago memang agen kami yang jempolan. la lalu mencetak uang kertas lebih banyak. Tidak tanggung-tanggung hingga 900.000. Dalam kalkulasinya, jumlah ini, di¬tambah jumlah uang kertas yang telah dibagi¬kan sebelumnya, totalnya 1.000.000. Kalau ada orang yang datang hendak menukarkan uang kertas ini, berdasarkan pengalaman yang sudah¬-sudah hanya 10 persen saja. Nah, kalau ini yang terjadi, bukankah la menyimpan 100.000 koin emas, yang tidak lain adalah koin yang telah disetor oleh seluruh penduduk Sukus? Kalau hitung-hitungan pahit itu benar-benar terjadi, bukankah cadangan koin emas yang diperlukan sudah cukup?

Fantastic! Creating Money from nothing! Menciptakan uang dari kekosongan. Hanya orang-orang seperti Gago, kawan kami, yang bisa. Begitulah. Akal bulus Gago bergerak. la pinjamkan 900.000 uang kertas yang baru dicetaknya kepada warga Sukus yang me¬merlukan. Kalau di pulau Baya, Sago rnengutip tambahan ekstra sebesar 10 persen dari pokok, nah Gago meningkatkan kutipan hingga 15 persen. Artinya kalau seseorang meminjam 1000 lembar uang kertas, di akhir tahun la harus mengembalikan 1150 uang kertas, dimana 150-nya adalah charge dari layanan yang kami berikan.

Hari pun berganti. Bulan berjalan begitu cepat.Tak terasa setahun pun lewat. Apa yang terjadi dengan suku Sukus dan Tukus? Pelan tapi pasti, penduduk pulau Aya merasakan harga-harga kebutuhan barang dan jasa mereka naik. Mereka tidak tahu apa penyebabnya. Banyak di antara orang yang meminjam uang dari Gago meng¬alami gagal bayar. Mereka bukan orang pemalas atau penganggur. Tapi meski telah bekerja keras, mereka masih kesulitan melunasi utang berikut bunganya. Dan mereka memang tidak akan pernah bisa. Bahkan ketika mereka menjadikan 24 jam untuk bekerja. Lihatlah, uang yang di¬pinjamkan 900.000 bila ditambah bunga 15 persen, berarti senilai 135.000 atau jumlah total mencapai 1.135.000. Padahal, jumlah uang yang beredar hanya 1.000.000 ( 100.000 diberi¬kan sebagai ganti 100.000 keping koin emas,ditambah uang baru 900.000 yang dicetak Gago).

Dan inilah panen raya yang kami tunggu. Kesuk¬sesan Gago dan Sago.kami sebut begitu,karena sistem yang dikenalkan dua agen top kami itulah yang pertama kali mengubah watak bisnis kekeluargaan menjadi bisnis yang individual kompetitif. Kehidupan sosial mereka yang harmonis, penuh toleransi dan tolong menolong, perlahan luntur. Masing-masing kepala ,apalagi yang berhutang harus bekerja keras demi mengejar uang untuk melunasi kewajibannya. Sehingga, ketika ada ombak besar menyapu sebagian rumah penduduk, kebiasaan mereka untuk saling bantu luntur.Prinsip saling membantu berubah menjadi : Time is money. Membantu orang boleh tapi harus ada kompensasinya : UANG.Sisi kehidupan sosial yang akrab perlahan berubah menjadi individual.Masing-maasing mulai terbebani untuk berusaha keras demi kepentingan masing-masing.Sungguh perubahan yang sulit sekali kami capai sendirian,bila tanpa dua kaki tangan kami si Gago dan Sago.

Hal yang sama pun dialami Suku Tukus. Awalnya mereka tidak menyadari. Namun, lambat laun mereka merasakan perubahan. Kebutuhan pokok yang dulunya cukup ditukar dengan barang kerajinan atau sebaliknya, kini mulai sedikit bermasalah. Mereka tidak tahu kenapa tanpa terasa, dengan berlalunya waktu, harga-harga terus merambat naik. Padahal, mereka telah membanting tulang dan bekerja lebih keras. Kerjasama antar warga yang semula menjadi tradisi, lama-kelamaan juga mulai luntur. Mereka menjadi egois, diburu kebutuhan masing-masing. Toh di akhir tahun tidak semua bisa membayar kewajibannya. Seperti dialami suku Sukus, suku Tukus pun anggotanya banyak yang default alias gagal bayar.

Melihat perkembangan ini, kami di dunia setan pun bersuka ria. Betapa tidak, dimana kerakus¬an menjadi idiologi, di situlah singgasana kami dibangun. Karena itu, kami pun semakin rajin membisiki Gago dan Sago untuk tidak hanya berhenti di sini saja. Tapi untuk semakin me¬nguasai manusia-manusia bodoh yang dulunya berlagak saling bantu itu.

Gago dan Sago memang sangat impresif. Mereka adalah ciptaan jenius. Terbukti ketika mereka melancarkan dua trik lanjutan untuk memenangkan keadaan. Kepada para penunggak sebagian ada yang dipaksa membayar. Caranya, dengan menyita harta benda mereka. Rumah, sawah, ternak dan maupun harta benda lainnya pun segera berpindah tangan. Sementara penunggak yang mempunyai hubungan baik dengan Gago dan Sago diberi kesempatan untuk memper¬panjang masa angsuran. Kebetulan Taka, pim¬pinan suku Tukus, salah seorang di antara pe¬nunggak. Maka untuk atas nama "kebaikan hati" Sago bukan saja memberikan tambahan waktu mengangsur utang, tapi juga memberi¬kan tambahan utang baru. Kenapa? Dia ber¬alasan utang ini biar bisa dipakai untuk me¬lancarkan kegiatan produktifnya. Namun alih¬-alih bisa membayar periode berikutnya, Taka kembali tak bisa melunasi utangnya.

Malu karena tak bisa membayar kewajiban, Taka menarik diri dan menghindari bertemu dengan Sago. la mulai kehilangan kepercayaan diri. Kewibawaannya sebagai kepala Suku Tukus berbalik ke titik nadir. Sementara, Sago yang semula berlagak membantu, kini tinggal melakukan eksekusi. la semakin kaya. la pun berubah lagaknya Tuan Besar. Ha..ha..ha... Dalam dunia kami, kedua agen ini memang layak sombong. Karena kepintaran dan ke¬jeniusannya. Hanya orang-orang dengki saja yang menyebut cara-caranya menguasai manusia-manusia bodoh itu sebagai keculasan. Tidak bermoral? Ini hanya retorika gombal, persetan dengan moral.

Setelah beberapa tahun berselang, Gago dan Sago yang semula datang ke Aya dan Baya dengan modal mesin pencetak uang, kini telah menjadi pemilik hampir semua kekayaan di dua pulau tersebut. Mereka menguasai ekonomi dan properti. Lambat laun, dengan uang, mereka pun beroleh kekuasaan baru: menguasai politik negeri itu.

Sementara masyarakat dua pulau itu tinggallah sebagai pekerja kasar. Kemiskinan tiba-tiba seperti menjadi endemik yang terus menyebar cepat. Mereka bekerja keras, untuk hasil yang sedikit. Mereka kehilangan waktu untuk saudara dan tetangga. Mereka semakin jarang melaku¬kan upacara keagamaan. Lebih parah lagi, mereka semakin tidak perhatian satu sama lain.

Kejahatan yang semula hanyalah cerita yang sering mereka dengar dari negara antah berantah, kini menghampiri marak di depan hidung mereka sendiri. Karena tidak bisa bayar utang, mereka mengorbankan anak dan bahkan istri¬nya untuk diperbudak. Prostitusi yang semula begitu tabu bagi mereka, seperti menjadi budaya baru. Semua budaya yang datang dari Gago dan Sago, dianggap superior. Budaya lokal pun lambat laun punah. Gago dan Sago telah me¬nguasai semua, tak ada yang tersisa: ekonomi, budaya, kekuasaan, dan keadilan yang bisa mereka beli melalui uang.

Namun in] bukan akhir petualangan mereka. Mereka tak hanya ingin menaklukkan dua pulau Aya dan Baya. Mereka ingin semua pulau di dunia berada dalam pengaruh kekuasaan mereka. Target mereka bukan untuk menakluk¬kan tentara musuh di negara-negara jauh. Tapi, menaklukkan ekonomi mereka. Membuat mereka terkesan, lalu ketika saatnya tiba, mencekik mereka dengan sekali hentak: melaiui uang kertas tanpa jaminan, aturan cadangan 10 persen, dan bunga. Tiga kombinasi jurus ini, sudah terbukti ampuh. Setidaknya, dua penduduk negeri sudah mereka kuasai.

Perangkap inilah yang dengan cerita dan intensitas berbeda terjadi dalam krisis di Asia Tenggara. Cara-cara yang sama akan terus kami kembangkan, sehingga segelintir agen kami yang berkuasa, menyisakan masyarakat banyak yang hidup sengsara. Kalau di kawasan itu se¬karang sudah mulai recovery, sasaran bisa dialihkan ke tempat lain. Boleh juga, di kawasan yang sama, tentu menunggu saat yang tepat muncul kembali. Saat-saat balon ekonomi dan keuangan tak lagi bisa menggelembung. Saat¬-saat ketika manusia kelimpungan. Saat-saat ketika kami untuk kesekian kali merayakan kemenangan karena tiga pilar utama setan - fiat money, fractional reserve requirement, dan interest-berhasil menggoyang ekonomi.


Di sadur dari : Satanic Finance – True Conspiracies
Sebagai bahan renungan bagi Bangsa Indonesyia


Baca selengkapnya.....

Kartu SelularKu ( minta pendapatnya )

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman sekaligus mohon komentar dan pengalaman dari para pembaca berkaitan denagn kartu selular.
Saat ini saya memakai dua kartu selular, satu XL bebas dan satunya lagi Esia.Dulu ketika awal-awal orang ramai memakai/mempunyai 2 nomor saya hanya berpikir bahwa itu suatu pemborosan.Dengan berjalannya waktu ketika CDMA mulai unjuk tarif ( terutama saat itu Esia ) saya "terpengaruh" iklannya.Setelah dipikir2 dengan selisih harga yang waktu itu cukup jauh, saya putuskan untuk beralih ke Esia dan meninggalkan kartu Xl bebas saya. Beberapa saat saya sempet menikmati murahnya esia, tapi....setelah beberapa bulan mulai timbul masalah.Dari mulai Operator Customer servicenya yang susah dihubungi ( s/d saat ini tuh ), ketika saya tanya ke Gerainya CSnya bilang bahwa saat ini Esia sedabng mengembangkan jarinagnnya di Indonesia Timur sehinga banyak layanan-layanannya yang terganggu.Saat itu sih saya iyain aja dan mencoba bersabar semoga bener ga lama lagi akan kembali normal.Tapi....setelah ditunggu berbulan-bulan tetap banyak masalah,terus samapai kapan nih ? ( moga-moga orang Esianya baca nih....:D ).Tidak sampai disitu saja,saat ini sudah beberapa kali entah kenapa sisa pulsa saya tiba-tiba selalu menjadi 0 rupiah.Akhirnya sekarang saya jadi agak malas untuk isi ulang, abis tiba2 pulsanya jadi Rp. 0 ,- terus.Dan saya pikir-pikir lagi karena sekarang harga GSM dan CDMA sudah mulai bersaing kemungkinan Esianya saya tutup ajalah trus HPnya dijokul aja lumayan buat nambahin beli HP GSM baru...:D.
Terus bagaimana dengan XL ? Saat ini saya sering mengalami masalah ketika ditelfon atau menelfon.Seringkali suara hilang ( padahal masih konek ) jadinya yang keluar " hallo...hallo.....".Tadinya saya pikir mungkin HP saya yang agak error dan perlu diganti tapi.......setelah saya tanya ke beberapa teman ternyata...masalahnya hampir sama.Ada apakah gerangan ini ? Apakah ini ulah XL ( moga2 orang XLnya denger nih..:D ).
So...teman2 saya minta pendapat,pandangan dan pengalamannya tentang masalah ini.Saya tunggu ya......bagi komentar terbaik saya kasih "hadiah deh "........Hadiahnya.....Senyuman dan ucapan Terima kasih......:D

Labels:


Baca selengkapnya.....

New Indico

Alhamdulillah setelah sebelumnya didera musibah hingga hancur berkeping-keping ( beneran lihat aja gbrnya ).Ya...basecamp Indico beberapa bulan kemarin terkena musibah yaitu tertimpa pohon besar yang tumbuh dibelakang bangunan ( pemakaman umum )Walaupun tidak ada korban jiwa,dua orang teman kami yang ketika kejadian berada didalam mengalami luka-luka ringan.Alhamdulillah saat ini Indico mencoba bangkit dengan format baru yang sebelumnya hanya sebagai komunitas kini mencoba memantapkan diri di jalur LPK Komputer ( nantikan cerita plus foto2nya di edisi selanjutnya ).Mohon Doanya semoga kami bisa exist dan bermanfaat buat khalayak.Jabat erat

Labels: ,


Baca selengkapnya.....

Bismillah

Setelah sekian lama nggak ngeblog hari ini dengan mengucap Bismillah saya coba menulis lagi.Semoga dihari-hari mendatang saya bisa lebih produktif untuk menulis.Dan semoga tulisan-tulisan saya ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian lebih-lebih bisa memberi hikmah walaupun sekedarnyaSebenarnya banyak yang ingin ditulis kadang idenya udah ada dikepala tapi....lagi-lagi gagal.Atau mungkin saya harus mendisiplinkan waktu untuk mulai menulis secara rutin.OK segitu dulu nanti disambung lagi ( seperti kata Mas Fatih kalaupun hanya bisa menulis satu paragraph tullis saja )

Labels:


Baca selengkapnya.....

Pengumuman


Pengumuman
Ditujukan kepada semua pembaca
Semua pengunjung dunia maya
Baik yang mengetahui pengumuman ini
secara langsung
maupun tidak langsung
Dengan ini diumumkan
Bahwa saya bermaksud
Mengganti alamat blog saya
dengan alamat baru
( tapi yang gratisan ....:D )
yang lebih pendek
Jadi bagi siapa saja
yang punya ide,usul dan saran positif
Silahkan menyampaikannya ke saya
Boleh melaui e-mail,shutbox atau lainnya
Terima Kasih

Labels: ,


Baca selengkapnya.....

Rahasia tidur dan sholat tahajud

Umumnya orang beranggapan bahwa tidur malam yang baik memerlukan waktu sekitar enam hingga delapan jam sehari. Tetapi ketahuilah bahwasanya pendapat ini ditentang oleh para saintis Barat seperti Dr Ray Meddis, seorang profesor di Department of Human Sciences, England University of Technology yang mengatakan bahwa manusia sebenarnya hanya perlu tidur malam selama TIGA JAM .

Waktu tidur bisa dibagi kedalam dua bagian yaitu tidur ayam dan tidur lelap. Mimpi biasanya terjadi pada tidur lelap (deep sleep). Manusia perlu berlatih untuk bisa tidur lelap karena tidur ayam adalah masa berangan-angan yang sebenarnya hanya membuang waktu saja. Tidur yang sebenarnya ialah ketika tidur lelap dengan mengacu pada kajian saintis Barat yaitu cukup selama TIGA JAM.

Kita merasakan bahwa tidur malam kita selalu tidak cukup. Ini disebabkan karena kita tidak terlatih atau mengikuti aturan yang benar ketika kita tidur. Apabila seseorang atlit (Atlet lari,misalnya) ketika hendak mengikuti lomba lari maka dia akan berlatih mungkin sekitar setahun sebelum perlombaan itu dimulai. Dengan demikian dia berharap bisa menjadi juara. Demikian juga dengan kita, harus melatih diri kita tidur sesuai aturan yang baik

Menurut kajian ahli pengobatan Barat, Sebelum kita pergi tidur, pertama-tama kita akan merasa mengantuk (drowsiness) di mana suhu badan kita akan menurun. Dengan mengatur waktu tidur dan menggunakan termometer kita bisa melatih diri kita untuk tidur bila perlu. Tidur yang teratur dapat mengefektifkan waktu kita terutama untuk beribadah di malam hari serta untuk mengerjakan hal lainnya. Di dalam Al-Quran disebutkan ada segolongan manusia yang masuk syurga karena ibadah malamnya dan kurang tidur malam.

Firman Allah dalam Al-Quran yang bermaksud : "Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." ( Surah az-Zariat ayat 15-18 )

Rasulullah S.A.W. telah memberikan contoh yang baik bagaimana tidur yang benar lengkap dengan doa-doanya. Sebagai ringakasan mungkin kita bisa latihan untuk tidur malam seperti :

1. Makan malam sedikit saja cukup sekedar supaya tidak lapar. Jika kita makan malam yang banyak maka akan menyebabkan kita cepat mengantuk dan susah bangun dari tidur
2. Tunaikan solat Isya' sebelum tidur.
3. Bersihkan tempat tidur seperti seprei, bantal,kasur dan lain-lain dari kotoran.
4. Amalkan doa-doa sebelum dan sesudah tidur seperti yang diajarkan Rasulullah S.A.W.
5. Kurangi waktu tidur dari delapan jam sehari menjadi tujuh jam sehari untuk bulan pertama latihan; pada bulan kedua kurangi waktu tidur malam menjadi enam jam sehari, seterusnya pada bulan ketiga menjadi lima jam sehingga kita bisa tidur untuk waktu tiga jam saja.

Cara bangun tidur juga ada hal perlu diikuti untuk menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari pelbagai penyakit. Umpamanya kita yang suka bangun tidur terus langsung melompat dari tidurnya maka beresiko terkene penyakit jantung dan bisa menyebabkan meninggal. Demikian menurut pendapat seorang doktor dari China - Dr Huang Guoxiong dari Badan Pengobatan Lioning.


PENDAPAT AHLI SASTRA BARAT

Ada juga ahli sastra barat yang menceritakan mengenai pentingnya mengurangi tidur untuk mencapai kinerja yang baik. Bila ditanya apakah rahasia kesuksesan mereka? Mereka menjawab: " The woods are lovely, dark and deep but I have promises to keep and miles to go before I sleep." Maksudnya " Taman itu indah, gelap dan tebal tetapi saya mempunyai aturan yang harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum saya tidur."
"The heights by great men reached and kept were not attained by sudden fight. But while their companions sleep were toiling upwards in the night." - Longfellow Maksudnya " Pencapaian kerja yang tinggi oleh orang-orang ternama/sukses tidak didapati serta merta tetapi mereka bekerja keras sehingga larut malam pada waktu teman-temannya/yang lain sedang nyenyak tidur." Ini jelas menunjukkan mereka meminimalkan waktu tidur untuk mencapai kesuksesan dalam hidup mereka.


RAHASIA SHOLAT TAHAJUD

Sekarang kita kembali kepada perbincangan tentang sholat tahajud. Apakah kebaikan dan kelebihan yang kita peroleh dari mengerjakan sholat tahajud sementara yang lain sedang nyenyak tidur.

Dari sisi logis, mungkin kita tidak mengerti bahwa perintah Allah itu mendatangkan kebaikan.Bahkan pernah waktu di sekolah,ada temen yang nanya ke guru agama,”Bu kalau melaksanakan sholat tahajud apa kita nantiunya nggak masuk nagin?”( he..he...pertanyaan bodoh bukan?)

Sesungguhnya Sholat tahajud meneguhkan iman kita, jiwa kita, mental kita untuk menghadapi masalah hidup duniawi dan lain-lain .
Kemudian dari sisi sains pengobatan, kita akan menyedot oksigen di atmosfera bumi sekitar jam tiga pagi hingga terbit matahari dan menggerakkan otot-otot di dalam badan kita yang akan menyegarkan badan dan melancarkan aliran darah ditubuh kita.
Kedua hal tersebut, yaitu oksigen dan gerakan otot sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Oksigen akan hilang dari atmosfera bumi selepas matahari terbit dan tidak datang lagi sampai besok pagi. Hanya manusia yang bangun pada waktu ini yang dapat menikmati oksigen tersebut.

Coba kita kaji pergerakan otot-otot kita ketika sholat.Secara kasar, pertama kita berdiri tegak (qiyam) kemudian mengangkat kedua tangan bertakbir dan meletakkan tangan di atas dada - kita telah membesarkan rongga dada kita sehingga paru-paru akan terasa lapang serta menggerakkan otot di kedua belah tangan.
Ketika ruku' dengan badan membungkuk ke depan dan kedua tangan di atas kepala lutut dan punggung mendatar (parallel to the ground) sekaligus menggerakkan ruas-ruas tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan tulang tungkai.
Ketika sujud, seluruh berat badan tertumpu sepenuhnya di atas otot-otot kedua tangan, kaki. dada, perut, punggung, leher dan otot-otot kaki. Lihat saja pada waktu sujud ini berapa banyak otot dan persendian yang kita gerakkan.

Setelah itu kita bangkit dari sujud. Kita duduk, kemudian kita sujud lagi dan sesudah itu kita berdiri kembali. Dalam gerakan badan kali ini secara automatik kita telah menggerakkan sejumlah besar otot-otot di dada , bahu, lengan, perut, punggung, peha, kaki bagian bawah dan otto-otot lainnya. Selain itu kita juga melakukan dua jenis duduk - pertama duduk antara dua sujud dan kedua duduk tahiyat. Kedua jenis duduk ini menggerakkan tumit , pangkal paha, selangkangan, jari-jari kaki dan lain-lain.

Ketika kita memberi salam , kita menggerakkan otot-otot leher tengkuk dan lain-lain.
Kalau kita lihat dari dua hal di atas yaitu menghirup oksigen yang istimewa dan gerakan otot-otot yang semuanya itu sudah tentu akan menyehatkan tubuh kita. Sholat tahajud bisa juga menjauhkan penyakit pinggang yang selalu menyerang orang yang banyak tidur dan bangun lewat dari tidur malam.

"Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (Surah al-Isra' 17: 79)
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." ( Surah az-Zariat ayat 15-18 )

Sebelumnya saya mohon maaf ,saya memposting tulisan ini bukan berarti saya sudah berhasil melaksanakannya dengan sempurna.Tapi saya berharap ,semoga tulisan ini bisa menginspirasi atau memotivasi kita untuk bisa hidup menjadi lebih baik dari sebelumnya .sayapun saat ini sedang berjuang dan berusaha melawan segala kemalasan untuk mengaplikasinak tulisan ini.Dari dulu saya pingin sekali bisa tidur hanya 3 jam sehari tapi sampai saat ini belum mampu, masih mencoba dan mencoba….

Labels: ,


Baca selengkapnya.....

Ganti Maning...

Ternyata template Orange winter Zawa tidak bertahan lama sodara-sodara.Karena ternyata sesudah saya pakai template tersebut tidak mendukung fasilitas read more.Ketika kode read more sudah dipasang pas diklik gak bisa berfungsi alias error.Saya sudah coba tanyakan ke empunya,kata beliau memang template tersebut dibuat sudah lama ( zamannya old blogger )dan ketika saya pakai sekarang dengan new blogger tapi versi klasik/html fasilitas read morenya gak berfungsi.SElain ke beliau saya juga coba tanya ke blogger lain mengenai solusinya,ternyata gak ada jawaban.Akhirnya...ya terpaksa templatenya saya ganti lagi dengan yang lain.Untuk kali ini pilihan saya jatuh ke K2nya Gecko and Play, karena saya masih pingin tetep ada navigasi di headernya.Sekarang bgm dah puas belum?Seperti saya tulis dipostingan sebelumnya,sebenarnya saya dah cukup puas dengan templatenya Zawa karena headernya animasi,tapi...ya itu tadi.Akhirnya untuk sementara mungkin saya pakai yang ini entah esok hari...entah lusa nanti...entah.....( Kok kayak Lagu Iwan Fals ? :D )

Labels: ,


Baca selengkapnya.....

Back to basic

Setelah sekian lama "melanglang buana" dalam dunia perskinan...apaan tuh? He..he...sorry bahasanya ngawur.Seperti hal nya Jeng Kana saya juga penasaran ngedapetin template / skin yang pas untuk blog saya,dari mulai yang klasik alias html s/d new blogger alias xml udah pernah saya coba.Dan akhirnya.....I'm back.Kembali ke klasik,pake html lagi.Dan trims buat Zawa atas templatenya.Untuk saat ini saya cukup puas dengan template ini.Hanya satu hal saya masih penasaran pingin nyoba ganti headernya dengan animasi buatan sendiri ( lagi belajar nih...),bisanya baru bikin banner yang sederhana ( seperti di sidebar tuh..).Entah template ini akan bertahan berapa lama?Yang jelas sekarang saya lagi seneng belajar animasi euy...( apalagi mo dapet order..mudah2an jadi:D).
Pengalaman pake template new blogger / xml sering bermasalah / lambat ketika pingin upload gambar juga agak susah untuk ngutak-ngatik templatenya so....untuk saat ini saya memutuskan bak to basic alias balik ke template versi html atau old blogger.Semoga bisa lebih baik ( walaupun mungkin keliatan rame nih dan sedikit berat...:D...:D ).Maaf sekalian promosi kalo perlu Outbound ke Karpala aja ....:DTim instruktur

Labels: ,


Baca selengkapnya.....

OB Juga Manusia

Ini cerita tentang persahabatan, juga tentang hal-hal kecil yang memanusiakan. Kita tidak akan menyadarinya sampai suatu waktu seseorang mengungkapkan betapa berartinya hal kecil yang pernah kita lakukan untuk orang lain.Ada yang selalu dilakukan Hendi setiap pagi dan sore di kantornya. Sebuah sapaan khas selalu diucapkannya setiap pagi kepada Surya, office boy (OB )kantor tempatnya bekerja.

Assalaamu’alaikum mas Surya, apa kabar? Keluarga sehat?” tentu saja yang disapa merasa senang dan membalasnya dengan senyum. Begitu pun setiap sore menjelang pulang, setiap kali berpapasan dengan Surya, “Mas Surya, saya pulang dulu ya, salam buat keluarga di rumah. Assalaamu’alaikum”.Kadang jika siang hari, saat semua karyawan bergegas keluar kantor untuk makan siang, Hendi terlebih dulu mampir ke pantry menemui Surya. “Sudah makan siang mas?” yang ditanya selalu menjawab dengan senyum khasnya plus sejumput kalimat singkat, “saya sudah bawa pak, silahkan bapak makan duluan”. Hendi tak sekadar menyapa, sebetulnya dia sudah tahu jika hampir setiap hari Surya selalu membawa kotak makanan yang disiapkan isterinya dari rumah.Tidak setiap hari Surya membawa kotak makan, Hendi tahu itu. Sebab ia sering membuka lemari di pantry tempat Surya biasa menyimpan kotak nasinya. Begitu ia tak mendapati kotak nasi, maka bukan pertanyaan “sudah makan siang mas?” melainkan sebuah ajakan tak berbunyi. Hendi menarik tangan OB itu dan mengajaknya ke kantin untuk makan bersama. Meski seringkali Surya menolak halus, “maaf pak, saya harus menuangkan air putih ke gelas-gelas yang sudah kosong”.

Suatu hari, Hendi mengajukan surat pengunduran diri dari kantornya. Ia mendapat tawaran bekerja di perusahaan lain dengan jabatan yang lebih tinggi dan sudah pasti gaji yang juga lebih besar. Karena Hendi merupakan salah seorang manager terbaik di perusahaan itu, pimpinannya berupaya mencegah Hendi meninggalkan kantor itu. Demi dapat menahan lelaki itu pindah pekerjaan, pimpinannya menawarkan promosi jabatan dan gajinya dinaikkan.Namun Hendi tak bergeming dengan tawaran itu. Tekadnya sudah bulat untuk berpindah kantor. Pun seorang Sarah yang menahannya, lelaki itu tetap pada pendiriannya. Sarah, gadis cerdas, cantik dan profesional yang selama hampir setahun dekat dengan Hendi tak berhasil membuat Hendi mengurungkan niatnya.Selama lebih dari dua pekan, segala upaya pimpinan dan semua rekan kantornya menahan Hendi tak membuahkan hasil. Sampai akhirnya hari yang ditentukan itu pun tiba. Hendi memeluk satu persatu rekan kerjanya, mulai dari pimpinan perusahaan, para manager partner kerjanya, dan semua staff di perusahaan itu. Tetes air mata Sarah pun tak membuat hatinya mendung, “kita masih bisa bertemu kok…”, katanya.

Orang terakhir yang hendak dipeluk Hendi adalah Surya. Sang OB yang sejak mengetahui rencana kepindahan ‘sahabatnya’ itu sering terlihat murung. Hendi mendekati Surya dan memeluk tubuh kecil lelaki itu. Saat memeluk sang OB, terasa gerimis di hatinya mendengar kalimat, “selama saya bekerja di sini, hanya pak Hendi yang benar-benar memanusiakan saya. Saya tidak tahu apakah masih bisa mendengar sapaan di pagi, siang dan sore seperti yang biasa bapak lakukan untuk saya…”Pelukannya semakin kuat dan Hendi merasa tak ingin melepaskan Surya. Ia menjatuhkan tas di tangannya dan meminta Surya untuk meletakkannya kembali ke meja kerjanya. “Tolong letakkan kembali barang-barang saya di meja kerja saya ya mas…” pintanya.

Ketika tidak ada yang mampu membuat seseorang mengubah pendiriannya, sahabat bisa. Sapalah sahabat, dan lihatlah betapa berharganya Anda baginya.


Di tulis oleh : Bayu Gawtama di Era Muslim

Andai saya seorang direktur…...andai saya seorang general manager…....andai saya seorang manager……..andai…..andai….andai…..a…..a….a…..a..…a…..aku jadi…… ( lagunya Oppie andaresta..:D )Mungkin akan lebih bayak yang bisa saya perbuat......mungkin...

Labels: ,


Baca selengkapnya.....

Tukang kayu

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.

Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh tuannya.Hasilnya bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.

'Ini adalah rumahmu, ' katanya, 'hadiah dari kami.' Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Teman, itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang bertanggung jawab.Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik.

Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.

Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan 'rumah' yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan 'rumah' kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup.

Labels: ,


Baca selengkapnya.....

Tukang Cukur

Seperti biasanya, seorang laki-laki, sebut saja Fulan, datang ke sebuah salon untuk memotong rambut dan jenggotnya. Ia pun memulai pembicaraan yang hangat dengan tukang cukur yang melayaninya.
Berbagai macam topik pun akhirnya jadi pilihan, hingga akhirnya Tuhan jadi subyek pembicaraan.

"Hai Tuan, saya ini tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti yang anda katakan tadi," ujar si tukang cukur
Mendengar ungkapan itu, Fulan terkejut dan bertanya, "Mengapa anda berkata demikian?"
"Mudah saja, anda tinggal menengok ke luar jendela itu dan sadarlah bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Tolong jelaskan pada saya, jika Tuhan itu ada, mengapa banyak orang yang sakit? mengapa banyak anak yang terlantar?. JikaTuhan itu ada, tentu tidak ada sakit dan penderitaan.
Tuhan apa yang mengijinkan semua itu terjadi..." ungkapnya dengan nada yang tinggi.
Fulan pun berpikir tentang apa yang baru saja dikatakan sang tukang cukur.
Namun, ia sama sekali tidak memberi respon agar argumen tersebut tidak
Lebih meluas lagi.
Ketika sang tukang cukur selesai melakukan pekerjaannya, Fulan pun Berjalan keluar dari salon. Baru beberapa langkah, ia berpapasan dengan seorang laki-laki berambut panjang dan jenggotnya pun lebat. Sepertinya ia sudah lama tidak pergi ke tukang cukur dan itu membuatnya terlihat tidak rapi.

Fulan kembali masuk ke dalam salon dan kemudian berkata pada sang tukang
cukur, "Tukang cukur itu tidak ada!"...

Sang tukang cukur pun terkejut dengan perkataan Fulan tersebut. "Bagaimana mungkin mereka tidak ada? Buktinya adalah saya. Saya ada di sini dan saya adalah seorang tukang cukur," sanggahnya.

Fulan kembali berkata tegas, "Tidak, mereka tidak ada. kalau mereka ada, tidak mungkin ada orang yang berambut panjang dan berjenggot lebat seperti contohnya pria di luar itu."
"Ah, anda bisa saja...Tukang cukur itu selalu ada di mana-mana. Yang terjadi pada pria itu adalah bahwa dia tidak mau datang ke salon saya untuk dicukur," jawabnya tenang sambil tersenyum.

"Tepat!" tegas Fulan. "Itulah poinnya. Tuhan itu ada. Yang terjadi pada umat manusia itu adalah karena mereka tidak mau datang mencari dan menemui-Nya. Itulah sebabnya mengapa tampak begitu banyak penderitaan di seluruh dunia ini...."

Kalau anda menyukai kisah ini, kirimkan pada yang lain. Kalau anda juga berpikir sama seperti sang tukang cukur, abaikan saja kisah ini.

Labels: ,


Baca selengkapnya.....


Web This Blog

Arsip tulisan


Tinggalkan pesan


Name :
Web URL :
Message :

Link favorit



Ingat waktu

Galeri foto Karpala


www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from karpala. Make your own badge here.

Banner organisasi




  • Download software



    Untuk bisa melihat
    gambar secara lengkap
    Silahkan download
    Get Adobe Flash Player

    Tutorial Blog



    Tukeran banner yuk



    http://dhyanthea.blogspot.com

    Masukin kode dibawah ini :

    Catatan


      Mengutip sebagian atau keseluruhan isi blog ini ke blog Anda dipersilahkan selama untuk kebaikan
      Komentar, saran atau pertanyaan saya tunggu atau email ke: dhy4n@yahoo.com.
      Terima Kasih sudah berkunjung



© 2006 dh | Blogger Templates by GeckoandFly.